TABLOIDKUKAR.COM – Pemerintah melalui Kementerian BUMN menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penyaluran kredit sebesar Rp450 triliun untuk penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) oleh bank-bank anggota Himpunan Bank Negara (Himbara).
Menteri BUMN Erick Thohir menyebut inisiatif ini selaras dengan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita, yakni membangkitkan kembali perekonomian desa yang selama ini cenderung tertinggal dibandingkan wilayah perkotaan.
“Kita harus mendukung program Asta Cita Bapak Presiden. Kopdes Merah Putih bertujuan untuk menggerakkan lagi fungsi ekonomi desa,” ujar Erick dalam keterangannya di Jakarta, Senin (5/5/2025).
Ia menjelaskan bahwa saat ini mayoritas perputaran ekonomi masih terpusat di perkotaan, tempat sektor industri dan jasa berkembang pesat. Sementara itu, desa-desa justru mengalami perlambatan karena minimnya dukungan infrastruktur ekonomi.
Menurut Erick, penyaluran kredit oleh Himbara dapat digunakan untuk membangun fasilitas pendukung ekonomi desa, seperti gudang logistik, rumah penggilingan, serta sarana lainnya yang dapat mendorong produktivitas lokal.
“Desa ini nggak boleh kosong. Presiden punya visi besar, desa harus kembali menjadi pusat pertumbuhan ekonomi,” tegas Erick.
Menariknya, Erick menekankan bahwa skema kredit tersebut aman untuk perbankan. Ia menyebut pembayaran cicilan dapat bersumber dari dana desa yang tidak lagi dipakai untuk pembangunan fisik seperti jalan atau jembatan yang sudah tersedia.
“Dana desa kan bisa dioptimalkan. Kalau sebelumnya dipakai bangun jalan dan jembatan, sekarang bisa dialihkan untuk penguatan ekonomi. Apalagi cicilannya dijamin, jadi bank juga aman,” jelasnya.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, juga menambahkan bahwa Kopdes Merah Putih dirancang untuk menjadi solusi alternatif agar masyarakat desa tidak lagi terjerat pinjaman rentenir.
Ia mengatakan, setiap koperasi akan mendapatkan akses pinjaman antara Rp4-5 miliar sesuai kebutuhan, dengan mekanisme verifikasi ketat dari pihak perbankan.
“Dana Kopdes itu bentuknya pinjaman dari Himbara. Jumlahnya akan disesuaikan dengan kebutuhan, antara Rp4 sampai 5 miliar per koperasi,” ujar Zulhas usai rapat koordinasi di Jakarta.
Lebih jauh, program ini juga akan melibatkan keluarga anggota koperasi untuk menjadi agen BRI-Link, sehingga akses keuangan masyarakat desa makin terbuka lebar (*)
Sumber: ANTARA NEWS