TABLOID KUKAR.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) terus berupaya meningkatkan efektivitas pengelolaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) pada tahun anggaran 2025.
Kepala DPMD Kukar, Arianto, mengungkapkan bahwa seluruh desa di Kukar telah menyelesaikan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) sebelum akhir tahun lalu. Hal ini menjadi prasyarat utama dalam pencairan DD dan ADD.
“Alhamdulillah, semua desa sudah tuntaskan APBDes sejak Desember 2024. Ini menunjukkan kemajuan yang luar biasa dalam manajemen pemerintahan desa,” ujarnya, Jumat (2/5/2025).
Sebagai langkah percepatan, tahun ini skema pencairan ADD juga diubah. Dari sebelumnya tiga tahap, kini menjadi dua tahap dengan komposisi pencairan 40 persen di awal dan sisanya 60 persen pada tahap berikutnya.
“Perubahan ini bertujuan agar kegiatan desa bisa langsung berjalan tanpa menunggu lama. Dengan dua tahap, pengelolaan dana menjadi lebih sederhana dan cepat,” jelas Arianto.
Langkah ini mendapat respons positif dari pemerintah desa yang kini bisa lebih leluasa dalam menyusun rencana kerja dan merealisasikan program pembangunan.
Selain untuk pembangunan fisik, dana tersebut juga mendukung layanan dasar, pemberdayaan masyarakat, hingga gaji dan operasional perangkat desa.
Dari sisi realisasi, DPMD mencatat tren penyaluran dana yang terus meningkat. Jika pada Maret pencairan berada di angka 7-10 persen, maka pada April terjadi lonjakan signifikan.
“Ini sinyal baik. Artinya desa-desa kita tidak hanya siap administrasi, tetapi juga sigap dalam menyerap anggaran untuk kesejahteraan warganya,” pungkasnya (*)