TABLOIDKUKAR.COM – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah, mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal dalam menyambut kehadiran Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Dalam berbagai kesempatan, Edi menegaskan bahwa arus urbanisasi menuju wilayah sekitar IKN akan memunculkan persaingan terbuka dalam dunia kerja dan ekonomi. Oleh karena itu, masyarakat Kukar harus siap dan tidak boleh tertinggal.
“Kita tidak boleh hanya menjadi penonton di daerah kita sendiri. Ini saatnya kita berbenah, tingkatkan kemampuan dan keterampilan,” ujar Edi.
Ia menekankan bahwa pendatang yang masuk ke kawasan IKN akan membawa kemampuan yang kompetitif. Jika masyarakat Kukar tidak dibekali sejak awal, maka akan sulit bersaing di berbagai sektor.
Belajar dari sejarah, Edi menyinggung kondisi masyarakat Betawi di Jakarta yang secara bertahap termarjinalkan akibat tidak siap menghadapi perubahan cepat yang terjadi di ibu kota.
“Kita tidak ingin sejarah itu terulang di Kukar. Kita harus tanggap, adaptif, dan terus memperkuat kapasitas diri,” lanjutnya.
Visi Kukar Idaman yang diusung Edi Damansyah dan Rendi Solihin menggarisbawahi pentingnya pembangunan manusia yang berakhlak, unggul, dan berbudaya sebagai fondasi masa depan daerah.
Menurut Edi, Pemkab Kukar menargetkan terwujudnya masyarakat yang sejahtera dan bahagia sebagai puncak keberhasilan pembangunan. Sejahtera berarti terpenuhinya kebutuhan dasar secara merata dan berkelanjutan.
Sementara itu, kebahagiaan masyarakat digambarkan sebagai kondisi sosial yang harmonis, rukun, dan dilandasi nilai-nilai spiritual serta gotong royong.
“Kita ingin masyarakat Kukar tumbuh menjadi komunitas yang kuat, mandiri, tapi juga saling peduli. Inilah nilai yang harus terus dijaga di tengah geliat pembangunan,” pungkas Edi (*)