TABLIDKUKAR.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutai Kartanegara (Kukar) resmi menetapkan Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih dalam Pemilihan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kukar 2025. Penetapan itu dilaksanakan di Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong, Minggu (11/5/2025) malam.
Dalam PSU yang berlangsung sengit, pasangan Aulia-Rendi berhasil meraih suara terbanyak, mengungguli dua pasangan rival mereka, yakni Awang Yacoub Luthman-Akhmad Zais serta Dendi Suryadi-Alif Turiadi. Kemenangan itu sekaligus mengakhiri seluruh tahapan Pilkada yang sempat diwarnai dinamika dan perdebatan panjang.
Pada momen penetapan tersebut, Aulia Rahman menyampaikan sambutan di hadapan hadirin yang hadir. Ia menegaskan bahwa kemenangan ini bukan sekadar soal politik elektoral, tetapi merupakan amanah besar dari rakyat Kutai Kartanegara.
“Pemilihan kepala daerah yang baru saja kita lalui bukan sekadar ajang kontestasi memilih pemimpin daerah. Spirit utama Pilkada secara langsung adalah pelaksanaan hak politik rakyat sebagai pemilik kedaulatan di daerah ini,” tegas Aulia.
Aulia juga menyerukan agar seluruh elemen masyarakat Kukar meninggalkan sekat dan perbedaan pasca Pilkada. Ia mengajak untuk kembali bersatu membangun daerah dengan semangat kolaboratif. “Kutai Kartanegara tanpa sekat, tanpa saling sikut; tanpa kubu, tanpa seteru; dan insyaallah tanpa stagnan, tanpa kemunduran,” ujarnya.
Dalam pidatonya, Aulia turut mengutip pemikiran Prof. Amartya Sen tentang pembangunan sebagai upaya membebaskan manusia dari ketakutan, kemiskinan, dan keterasingan. Ia menegaskan arah pembangunan Kukar ke depan akan fokus pada pemerataan, dengan memperpendek jarak antara desa dan kota, serta mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh penyelenggara Pilkada, jajaran pengamanan, serta para pesaingnya di Pilkada yang telah menunjukkan sikap dewasa dalam berpolitik. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Kakanda Awang Yacoub Luthman dan Akhmad Zais serta Kakanda Dendi Suryadi dan Alif Turiadi, yang telah memberikan kami pelajaran penting tentang adab berkomunikasi dan kedewasaan dalam berpolitik,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Aulia mengutip pesan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur): “Yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan.” Ia menegaskan bahwa arah pembangunan Kukar ke depan akan dijiwai semangat kemanusiaan yang adil dan beradab.
“Percayalah, titik konsolidasi kekuatan kita nanti akan menjadi kekuatan baru yang mendorong pembangunan Kukar menjadi lebih cepat dan akseleratif,” pungkasnya. (*)