TABLOIDKUKAR.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program nasional pembangunan tiga juta rumah. Terobosan dan langkah konkret sudah lebih dulu diambil daerah ini, bahkan sebelum program tersebut digaungkan secara luas oleh pemerintah pusat.
Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Kukar telah menyiapkan berbagai strategi untuk mendorong ketersediaan hunian yang layak bagi warganya. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah pendataan rumah dan infrastruktur pendukungnya yang dilakukan sejak 2022.
Kepala Bidang Perumahan Disperkim Kukar, Heri Setiawan, menyebutkan bahwa pihaknya tidak menunggu instruksi pusat untuk bergerak. “Kami sudah memulai pendataan dan pemutakhiran data sejak lama. Data inilah yang kemudian menjadi fondasi dalam perencanaan pembangunan perumahan,” ungkapnya.
Langkah ini, menurut Heri, selaras dengan arah kebijakan pembangunan perumahan nasional yang mengedepankan basis data sebagai acuan utama pembangunan. Selain itu, Kukar juga aktif menjalankan program bedah rumah sebagai upaya memperbaiki kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.
“Bedah rumah yang sudah kami jalankan selama ini menjadi kontribusi nyata dalam menekan angka rumah tidak layak huni. Substansinya sangat sejalan dengan tujuan program nasional ini,” tambahnya.
Tak hanya mengeksekusi program pusat, Heri menegaskan bahwa Kukar juga siap menyinergikan program daerah dengan provinsi dan kementerian terkait. Tujuannya, agar manfaat pembangunan perumahan benar-benar dirasakan masyarakat secara luas.
“Kami tidak ingin hanya menjadi pelaksana pasif. Kukar harus berperan sebagai mitra aktif dalam menyukseskan target tiga juta rumah di Indonesia,” tegasnya.
Sinergi lintas pemerintah menjadi kata kunci dalam mendongkrak capaian program nasional tersebut. Dengan kesiapan data dan program yang telah berjalan, Kukar optimistis bisa memberi kontribusi signifikan.
“Ke depan, kami terus dorong koordinasi lintas sektor agar pembangunan rumah layak huni benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan,” tutup Heri. (*)