Rabu, 21 Mei 25 14:13 WITA

Sekda Kukar: Asta Cita Jadi Kompas Kebangkitan Nasional Menuju Keadilan Sosial

by tbld

TABLOUDKUKAR.COM – Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara (Sekda Kukar), Sunggono, menyampaikan bahwa delapan misi utama pemerintah yang terangkum dalam Asta Cita merupakan panduan strategis untuk memastikan kebangkitan nasional tidak hanya menjadi simbol seremonial, tetapi benar-benar mengarah pada perubahan yang menyentuh kehidupan rakyat secara nyata.

Dalam sambutannya saat upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Tenggarong, Selasa (20/5), Sunggono menegaskan bahwa Asta Cita membawa misi besar untuk menciptakan masa depan yang lebih inklusif. “Ini bukan semata tentang kemajuan, tapi tentang bagaimana kemajuan itu bisa dirasakan oleh seluruh rakyat. Karena itu, Asta Cita harus menjadi arah kompas kebangkitan yang berpihak pada keadilan sosial,” ujarnya.

Ia menyoroti salah satu misi penting dalam Asta Cita, yakni pembangunan dari desa dan dari bawah. Menurutnya, kebijakan ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menghadirkan pemerataan pembangunan yang menyentuh akar rumput, bukan hanya berkutat di kawasan perkotaan.

“Pemberdayaan tidak hanya untuk kota besar, tetapi juga menjangkau desa-desa di pelosok. Itulah semangat Asta Cita yang sejati, memastikan bahwa semua warga negara ikut serta dalam arus kemajuan,” tegas Sunggono.

Menurutnya, peringatan Hari Kebangkitan Nasional setiap 20 Mei harus dipandang sebagai momen reflektif untuk kembali mengingat semangat perjuangan kolektif bangsa yang dimulai lebih dari satu abad lalu. “Ini adalah momentum untuk membuka kembali lembaran sejarah penting, bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dihidupi,” tuturnya.

Ia menyebut pendirian organisasi Budi Utomo pada 1908 sebagai penanda awal dari kebangkitan kesadaran bangsa untuk tidak lagi bergantung pada bangsa lain. “Kesadaran itu muncul dari keberanian untuk mandiri, dan keyakinan bahwa kita bisa membangun kekuatan sendiri,” katanya.

Namun, Sunggono mengingatkan bahwa kebangkitan tidak bisa berhenti pada masa lalu. Tantangan zaman modern, seperti disrupsi teknologi dan ancaman terhadap kedaulatan digital, menuntut bangsa ini untuk terus bergerak dan menyesuaikan diri dengan perkembangan global.

“Ujian hari ini jauh lebih kompleks. Kita berhadapan dengan krisis pangan, ketegangan geopolitik, dan tantangan digital yang memerlukan respons cepat dan cerdas dari seluruh elemen bangsa,” ungkapnya. (*)

Berita Terpopuler

Berita Terkait
Sabtu, 17 Januari 2026

Menata Ulang POBSI Kukar: Rinaldi Kafka Tekankan Keadilan bagi Seluruh Pelaku Biliar

#Daerah
Rabu, 14 Januari 2026

Maju Calon Ketua POBSI Kukar, Rinaldi Kafka Dorong Reformasi Organisasi dan Pembinaan Atlet

#Daerah
Rabu, 14 Januari 2026

Jalan Kabupaten di Dusun Merangan Tak Kunjung Diperbaiki, Akses Masyarakat Kian Memburuk

#Daerah
Minggu, 21 Desember 2025

Diskusi IPNU–IPPNU Kukar Soroti Krisis Ekologi dan Arah Kebijakan Pembangunan Daerah

#Daerah