TABLOIDKUKAR.COM — Sejak resmi dibuka pada Maret 2023, Bukit Mahoni yang terletak di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang, telah menjelma menjadi salah satu destinasi wisata alam favorit di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Dikelilingi oleh rimbunan pohon mahoni yang menjulang dan udara yang sejuk, tempat ini menjadi pelarian sempurna bagi warga yang ingin rehat dari hiruk-pikuk aktivitas sehari-hari.
Dikelola secara mandiri oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Mentari, kawasan wisata seluas satu hektare ini menghadirkan suasana alami yang cocok untuk bersantai, berfoto, hingga menikmati senja bersama keluarga dan teman.
“Konsep yang kami tawarkan adalah wisata berbasis alam dan ketenangan. Pengunjung bisa merasakan udara segar, berjalan di bawah rindangnya pepohonan mahoni, dan menikmati lanskap alam yang masih sangat asri,” ujar salah satu pengelola dari Pokdarwis Mentari.
Tidak hanya menawarkan keindahan visual, Bukit Mahoni juga menjadi bukti bagaimana pemberdayaan masyarakat desa dapat menciptakan dampak ekonomi melalui sektor pariwisata. Pokdarwis Mentari melibatkan warga sekitar dalam kegiatan operasional, termasuk dalam pengelolaan tiket masuk, kebersihan, hingga penyediaan jajanan lokal.
Wisata Bukit Mahoni buka setiap hari kecuali Senin. Dari Selasa hingga Jumat, jam operasional berlangsung dari pagi hingga sore hari. Sementara pada Sabtu, jam buka diperpanjang hingga pukul 23.00 Wita guna mengakomodasi pengunjung yang ingin menikmati suasana malam hari yang sejuk dan tenang. Hari Minggu tetap dibuka penuh, mengikuti waktu operasional reguler.
“Sabtu malam jadi favorit pengunjung, karena kami biasanya mengadakan kegiatan seperti live music akustik atau lampion garden. Ini jadi daya tarik tersendiri, terutama bagi anak muda,” tambahnya.
Dengan akses jalan yang terus diperbaiki dan fasilitas yang mulai dilengkapi, Bukit Mahoni diyakini memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi ikon wisata alam unggulan di Tenggarong Seberang. Pemerintah desa pun terus mendukung keberlanjutan kawasan ini melalui program-program penguatan ekonomi kreatif dan promosi wisata lokal. (*)