TABLOIDKUKAR.COM – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri melakukan peninjauan langsung ke salah satu rumah warga terdampak longsor di Jalan Gunung Pegat, RT 35, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong.
Kunjungan tersebut merupakan bentuk respons cepat dari Pemkab Kukar atas laporan warga, termasuk sebuah surat tulisan tangan dari seorang korban bencana bernama Linda Wahyuni (53).
“Itu ibu ada ngirim surat ke kami pakai tulis tangan. Jadi beliau itu berkisah, ‘Saya ini janda dengan anak tiga.’ Beliau terkena dampak longsor. Dan beliau berharap saya bisa menjenguk, menengok langsung ke lokasi,” ujar Bupati Aulia di sela kunjungannya pada Rabu (2/7/2025).
Korban juga telah melaporkan keadaannya kepada ketua RT setempat yang memang sebelumnya telah mengetahui kondisi rumah korban yang rusak parah.
Bupati menyebutkan bahwa laporan dari RT turut memperkuat alasan pemerintah melakukan pengecekan lapangan secara langsung.
Dalam pernyataannya, Bupati Aulia menekankan pentingnya pendekatan mitigasi dalam penanganan bencana, bukan hanya reaksi setelah kejadian terjadi.
“Dari kejadian ini, kita belajar bahwa menangani bencana itu tidak seperti menangani pemadam kebakaran. Kalau kebakaran, ada apinya dulu baru kita padamkan. Tapi kalau bencana ini, kita harus kuat di mitigasinya. Kita mitigasi dulu kemungkinan-kemungkinan bencana sebelum terjadi,” tegasnya.
Bupati menambahkan, Pemkab Kukar akan menyusun buku mitigasi bencana yang akan menjadi pedoman bagi seluruh OPD teknis. Hal ini bertujuan agar semua instansi bisa mempersiapkan langkah-langkah pencegahan yang lebih matang, sehingga risiko kerusakan bisa ditekan seminimal mungkin.
“Tadi juga hadir Kadis BPBD. Beliau sudah memahami arah kebijakan yang kami mau. Kita ingin seluruh potensi bencana di Kutai Kartanegara dimitigasi dengan baik,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan bahwa rencana relokasi sedang difinalisasi. Salah satu lokasi yang disiapkan berada di belakang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aji Muhammad Parikesit Tenggarong Seberang, dengan luas lahan sekitar 1,3 hektare.
“Kalau memungkinkan, kita akan relokasi ke sana. Dari Perkim sudah menyampaikan perencanaan relokasinya. Saya juga dorong Dinas PU, Perkim, dan Dinas Pertanahan untuk ikut mempersiapkan lahan tambahan untuk relokasi ini,” katanya.
Lahan tersebut diperkirakan bisa menampung sekitar 50 hingga 90 unit rumah layak huni, tergantung dari desain dan luasan masing-masing bangunan. Pembangunan fisik rumah direncanakan dimulai tahun depan, sementara proses pembebasan lahan dimulai tahun ini.
Terkait longsor yang juga terjadi di wilayah Desa Batuah Kecamatan Loa Janan, Bupati menyebut bahwa Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin hari ini bertugas meninjau langsung lokasi tersebut.
“Saya ke sini, beliau ke sana. Setelah kembali dari Batuah, beliau akan berdiskusi dengan kami untuk menyampaikan perkembangan terakhir di lapangan,” ungkapnya.
Pemerintah, kata Bupati, akan memastikan bahwa tidak ada warga yang ditinggalkan dalam penanganan bencana ini. Pemkab Kukar juga akan terus berkoordinasi dengan media massa dan masyarakat untuk memperoleh informasi terbaru dan valid terkait dampak di berbagai wilayah.
“Kita pastikan bahwa pemerintah akan mengurus warganya. Kita hanya membutuhkan informasi dari teman-teman media tentang kondisi di lapangan seperti apa,” ujarnya.
Selain relokasi penuh bagi rumah yang rusak berat, Bupati juga menyampaikan bahwa bantuan renovatif akan diberikan bagi rumah-rumah yang mengalami kerusakan ringan.
“Kalau yang ringan-ringan, nanti kita bantu perbaiki. Tapi yang parah, seperti ibu yang tadi, ya memang harus direlokasi. Kita akan siapkan semuanya bersama-sama,” jelasnya.
Saat ini, dilaporkan terdapat sekitar 10 rumah terdampak longsor di Jalan Gung Pegat, namun yang mengalami kerusakan paling parah baru satu unit. Pemerintah menegaskan bahwa seluruh proses akan dijalankan secara kolektif dan transparan. “Ini kita tangani bersama,” tutup Bupati Aulia. (*)