TABLOIDKUKAR.COM – Akbar Haka Saputra resmi menjadi anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) dari Daerah Pemilihan (Dapil) I usai dilantik melalui mekanisme Pengganti Antar Waktu (PAW), Senin (28/7/2025). Tak lama berselang, ia langsung menegaskan arah perjuangannya: membesarkan Tenggarong, tanah kelahirannya, yang selama ini kerap dipandang sebelah mata.
“Dulu saya sempat dicibir saat memutuskan pulang ke Tenggarong. Banyak yang bilang, ‘mau jadi apa di kota kecil kayak gitu?’ Tapi saya percaya, sesuatu bisa tumbuh dari tempat ini,” ucapnya mengenang masa lalu.
Akbar bukan politisi instan. Ia tumbuh dari lingkungan komunitas, dunia seni, dan aktivisme kreatif. Tahun 2012, bersama rekan-rekannya, ia menggagas festival musik Rock in Borneo yang membawa nama Tenggarong ke pentas nasional. Kini, setelah masuk parlemen, ia ingin energi itu dijadikan pijakan untuk perubahan yang lebih luas.
“Tenggarong punya potensi budaya yang luar biasa. Tapi butuh keberanian untuk melihatnya sebagai kekuatan ekonomi dan identitas,” jelasnya.
Bagi Akbar, menjadi anggota DPRD bukan sekadar jabatan formal. Ia menempatkan dirinya sebagai jembatan antara komunitas akar rumput dengan pengambil kebijakan. Baginya, perubahan harus dimulai dari ruang-ruang kecil: komunitas seni, pelaku UMKM, dan anak-anak muda yang berani bermimpi di tengah keterbatasan.
“Saya sudah turun ke lapangan bahkan sebelum dilantik. Bukan karena pencitraan, tapi karena memang itu jalur saya sejak awal. Dapil I, khususnya Tenggarong, harus jadi poros gerakan perubahan,” tegasnya.
Akbar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak larut dalam ketergantungan. Ia percaya bahwa kerja kolektif, solidaritas komunitas, dan keberanian mencoba adalah modal utama menuju Kukar yang lebih berdaya.
“Jangan tunggu bantuan datang. Bangun dari yang kita punya. Tenggarong bisa jadi contoh bahwa kota kecil pun bisa berteriak lantang,” pungkasnya. (*)