TABLOIDKUKAR.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pariwisata terus menggali potensi kawasan hulu Mahakam sebagai tujuan wisata unggulan. Salah satu upaya terbaru adalah penyusunan paket wisata terpadu yang menghubungkan berbagai destinasi di wilayah tersebut dalam satu alur perjalanan.
Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata Dispar Kukar, M Ridha Fatrianta, mengungkapkan bahwa konsep ini disiapkan dengan pendekatan partisipatif bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Beberapa daerah yang dilibatkan antara lain Kedang Ipil, Kota Bangun III, Pela, serta kawasan Danau Semayang.
“Dengan satu jalur wisata, pengunjung bisa menikmati kekayaan alam dan budaya sekaligus. Kami ingin menghadirkan pengalaman menyeluruh dalam satu paket lengkap,” jelas Ridha, Selasa (13/5/2025).
Ridha menambahkan, strategi ini dirancang agar tidak hanya mendatangkan wisatawan, tetapi juga membawa manfaat langsung bagi masyarakat sekitar. Sinergi antardesa diharapkan bisa memperkuat ekonomi lokal dan melestarikan nilai-nilai budaya setempat.
Paket wisata ini akan menggabungkan unsur petualangan alam, edukasi, dan interaksi budaya. Wisatawan nantinya bisa menyusuri sungai, menikmati keindahan danau, mengunjungi desa adat, hingga mencicipi kuliner khas yang dikelola oleh UMKM setempat.
“Pembangunan pariwisata yang baik itu tidak hanya soal infrastruktur, tapi bagaimana kita memberdayakan warga agar terlibat aktif dalam pengelolaan dan pelayanan,” tegasnya.
Sebagai bagian dari persiapan, Dispar Kukar tengah memetakan rute perjalanan, menata akomodasi dan fasilitas, serta memberikan pelatihan kepada pelaku wisata lokal agar siap menyambut pengunjung.
Langkah ini sekaligus menjadi strategi jangka panjang dalam menciptakan destinasi wisata yang berkelanjutan. Pemerintah optimistis, dengan pengemasan yang tepat dan dukungan masyarakat, kawasan Hulu Mahakam bisa menjadi magnet wisata baru di Kalimantan Timur.
“Sudah waktunya kita menunjukkan bahwa pariwisata Kukar punya daya saing nasional. Potensi kita besar, tinggal bagaimana kita kemas dan pasarkan dengan baik,” tutup Ridha. (*)