Kamis, 22 Mei 25 15:33 WITA

Museum Mulawarman, Jejak Kerajaan Tertua Nusantara di Tenggarong

by tbld

TABLOIDKUKAR.COM – Museum Mulawarman di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, menjadi saksi bisu perjalanan sejarah panjang kerajaan tertua di Indonesia. Bangunan megah yang kini menjadi museum tersebut dulunya merupakan istana Sultan Kutai Kartanegara ke-19, Aji Muhammad Parikesit.

Menurut Kasran, salah satu pemandu di Museum Mulawarman, museum ini berdiri di atas lahan seluas 3,5 hektare dan resmi diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur setelah sistem kerajaan dibubarkan pada tahun 1990. Saat ini, pengelolaan museum berada di bawah Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur melalui UPTD Museum Mulawarman.

“Kalau bicara kerajaan tertua, itu ada di Kalimantan Timur. Cikal bakalnya di Muara Kaman, dan rajanya yang terkenal adalah Mulawarman,” ujar Kasran saat ditemui belum lama ini.

Museum ini menampilkan berbagai peninggalan sejarah dari Kerajaan Kutai Kartanegara serta kerajaan lain di Kalimantan Timur seperti Paser, Berau, dan Bulungan. Koleksi paling berharga adalah Prasasti Yupa, yang menjadi bukti otentik keberadaan Kerajaan Kutai Martadipura sejak abad ke-4 Masehi.

Kasran menjelaskan, setelah masa Kerajaan Kutai Martadipura berakhir, kejayaan kerajaan berlanjut ke wilayah Kutai Lama pada akhir abad ke-13. Di masa ini, raja pertama yang memerintah adalah Aji Batara Agung Dewa Sakti.

Museum Mulawarman diresmikan sebagai museum pada 25 November 1971 oleh Pangdam Mulawarman saat itu, Brigjen Suekertijo. Sejak saat itu, museum ini menjadi pusat informasi dan pelestarian sejarah Kutai.

Di antara koleksi unggulan yang bisa dilihat pengunjung adalah arca Lembuswana, singgasana Sultan dan Permaisuri, mahkota kerajaan, serta berbagai benda pusaka seperti keris dan perhiasan kerajaan lainnya.

Dengan jumlah kunjungan mencapai 200 hingga 300 orang per hari, museum ini menjadi destinasi favorit di Kalimantan Timur. Dalam sebulan, setidaknya 5.000 pengunjung datang melihat langsung peninggalan sejarah tersebut.

Salah satu momen yang paling dinanti adalah upacara adat Erau, pesta rakyat khas Kutai yang digelar setiap tahun. Untuk tahun 2025, acara ini dijadwalkan berlangsung hingga 28 September mendatang.

“Kalau tidak sempat ke sini, katanya seperti ada yang kurang. Karena ini adalah tempat peninggalan kerajaan tertua di seluruh Indonesia,” pungkas Kasran.(*)

Berita Terpopuler

Berita Terkait
Sabtu, 17 Januari 2026

Menata Ulang POBSI Kukar: Rinaldi Kafka Tekankan Keadilan bagi Seluruh Pelaku Biliar

#Daerah
Rabu, 14 Januari 2026

Maju Calon Ketua POBSI Kukar, Rinaldi Kafka Dorong Reformasi Organisasi dan Pembinaan Atlet

#Daerah
Rabu, 14 Januari 2026

Jalan Kabupaten di Dusun Merangan Tak Kunjung Diperbaiki, Akses Masyarakat Kian Memburuk

#Daerah
Minggu, 21 Desember 2025

Diskusi IPNU–IPPNU Kukar Soroti Krisis Ekologi dan Arah Kebijakan Pembangunan Daerah

#Daerah