TABLOIDKUKAR.COM – Harapan untuk mengoperasikan penuh Gedung Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Tenggarong dalam waktu dekat tampaknya harus ditunda. Meski pembangunan gedung secara fisik hampir rampung, pemanfaatannya secara menyeluruh baru bisa dilakukan pada tahun 2026.
Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar), Zikri Umulda. Ia menjelaskan bahwa masalah utama terletak pada akses jalan menuju gedung yang belum rampung, sehingga menghambat mobilitas dan aktivitas yang direncanakan di dalamnya.
“Gedungnya sudah hampir selesai dan secara teknis bisa digunakan, tapi akses jalan menuju lokasi belum tuntas. Jadi, untuk penggunaan secara maksimal, kami masih harus menunggu,” jelas Zikri.
Penyelesaian akses jalan menjadi prioritas pada tahun 2025 ini. Pembangunan infrastruktur pendukung tersebut dipandang vital agar gedung ekraf benar-benar dapat difungsikan sesuai harapan, terutama untuk mendukung kegiatan pelaku industri kreatif di Kukar.
Menurut Zikri, keberadaan gedung ini sangat penting sebagai pusat aktivitas ekonomi kreatif, mulai dari pelatihan, pameran, hingga inkubasi bisnis. Namun tanpa akses yang memadai, potensi gedung tersebut belum bisa sepenuhnya dimanfaatkan.
“Kami tetap optimistis. Tahun ini jalan dituntaskan, dan begitu selesai, tahapan pemanfaatan bisa langsung dilanjutkan,” ujarnya.
Dispar Kukar sendiri telah menyiapkan berbagai rencana program dan kolaborasi yang akan menghidupkan gedung tersebut ke depan. Namun, pelaksanaan program itu harus menunggu kesiapan infrastruktur penunjang.
Zikri menegaskan bahwa pihaknya ingin memastikan operasional gedung berjalan optimal dan tidak setengah-setengah. Karena itu, langkah penyelesaian akses jalan dianggap sebagai fondasi penting sebelum gedung difungsikan sepenuhnya. (*)