Kamis, 12 Jun 25 17:55 WITA

Pemprov Kaltim Fokus Perkuat Konektivitas Antarwilayah, Kembang Janggut Jadi Jalur Prioritas

by tbld

TABLOIDKUKAR.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jaringan konektivitas antarwilayah kabupaten melalui pengembangan infrastruktur jalan. Salah satu titik perhatian adalah jalur alternatif menuju Kabupaten Kutai Barat yang melintasi Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara. Jalur ini sebelumnya merupakan jalan milik perusahaan yang kini disiapkan untuk ditingkatkan.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menegaskan hal ini usai mengikuti International Infrastructure Conference (ICI) 2025 di Jakarta Convention Center, Selasa (11/6/2025). Ia menyatakan bahwa pembangunan akses jalan antarkabupaten menjadi salah satu prioritas strategis Pemprov, khususnya untuk wilayah-wilayah seperti Berau, Kutai Barat, dan Mahakam Ulu yang masih menghadapi tantangan aksesibilitas.

“Pemerintah Provinsi berkomitmen membenahi jalur-jalur penting yang menghubungkan kabupaten, termasuk usulan jalan penghubung dari Sotek (Penajam Paser Utara) ke Bongan (Kutai Barat) yang telah kami sampaikan ke pemerintah pusat,” terang Seno.

Menurutnya, jalan tersebut akan menjadi akses vital menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) dari kawasan barat Kaltim seperti Kutai Barat dan Mahakam Ulu. Selain itu, pembangunan infrastruktur lainnya seperti jalur Sanga-Sanga ke Balikpapan melalui Samboja juga tengah digenjot, namun anggarannya bisa dialihkan bila nantinya diambil alih oleh pusat.

“Kami juga mendorong agar jalan-jalan alternatif eks perusahaan seperti yang menghubungkan Kembang Janggut ke Kutai Barat dapat segera ditingkatkan. Ini penting untuk membuka isolasi wilayah dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” imbuhnya.

Dalam pembukaan konferensi, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan urgensi pembangunan infrastruktur nasional yang cepat dan berkelanjutan. Ia menyebut Indonesia tengah menghadapi tiga tantangan besar yang ia istilahkan sebagai “jam urgensi”.

“Tantangan pertama adalah ‘jam demografi’ di mana setiap tahun lahir lebih dari 3 juta penduduk baru. Kita harus mampu menyediakan kebutuhan dasar mereka. Kedua adalah ‘jam ekonomi’, yakni bagaimana meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dan yang ketiga, ‘jam iklim’ yang sudah menjadi krisis nyata,” kata AHY dalam sambutannya.

Dengan mengangkat tema Sustainable Infrastructure for the Future: Innovation and Collaboration, ICI 2025 menjadi momentum penting bagi pemerintah, swasta, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat kerja sama dalam pembangunan infrastruktur yang inovatif, tangguh, dan berkelanjutan. (*)

Berita Terpopuler

Berita Terkait
Sabtu, 17 Januari 2026

Menata Ulang POBSI Kukar: Rinaldi Kafka Tekankan Keadilan bagi Seluruh Pelaku Biliar

#Daerah
Rabu, 14 Januari 2026

Maju Calon Ketua POBSI Kukar, Rinaldi Kafka Dorong Reformasi Organisasi dan Pembinaan Atlet

#Daerah
Rabu, 14 Januari 2026

Jalan Kabupaten di Dusun Merangan Tak Kunjung Diperbaiki, Akses Masyarakat Kian Memburuk

#Daerah
Minggu, 21 Desember 2025

Diskusi IPNU–IPPNU Kukar Soroti Krisis Ekologi dan Arah Kebijakan Pembangunan Daerah

#Daerah