TABLOIDKUKAR.COM – Sejumlah relawan pendukung Presiden terpilih Prabowo Subianto yang tergabung dalam Seknas Indonesia Maju (SIM) menyatakan bahwa tuduhan terhadap mantan Menkominfo Budi Arie Setiadi terkait aliran dana judi online (judol) tidak berdasar dan bernuansa politis.
Wakil Ketua Umum SIM, Teddy Mulyadi, menilai isu yang kembali mengaitkan nama Budi Arie dalam perkara aliran dana dari aktivitas judol merupakan bentuk pembunuhan karakter yang sengaja dilontarkan oleh pihak tertentu. “Justru di era Pak Budi sebagai Menkominfo, pemberantasan judol begitu masif. Upaya menghapus situs-situs judol terus dilakukan 24 jam penuh,” ujar Teddy.
Ia mengibaratkan aktivitas judol seperti “mati satu tumbuh seribu”. Menurutnya, tidak mudah bagi Kementerian Kominfo untuk memberantas seluruh jaringan judol secara menyeluruh karena keterbatasan personel dan teknologi. “Jangan langsung berasumsi yang tidak-tidak. Itu bisa masuk kategori pembunuhan karakter,” tambahnya.
Ketua Umum SIM Monisyah juga menyatakan dukungan terhadap Budi Arie. Ia meyakini bahwa mantan menteri tersebut berkomitmen dalam memberantas judol, bahkan menjadikan hal itu sebagai salah satu prioritasnya saat menjabat. “Semangat pemberantasan itu sangat nyata, jadi kami yakin tuduhan yang dilayangkan sekarang hanya upaya mendiskreditkan,” kata Monisyah.
Keyakinan SIM diperkuat oleh pernyataan terdakwa Zulkarnaen Apriliantony dalam persidangan kasus perlindungan situs judol di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dalam kesaksiannya, Tony menyebut bahwa Budi Arie sama sekali tidak mengetahui praktik ilegal yang dilakukan oleh beberapa pegawai Kominfo. “Dia tidak tahu sama sekali. Saya bisa pertanggungjawabkan di dunia dan akhirat, itu saja,” tegasnya di hadapan majelis hakim, Rabu (21/5).
Sebelumnya, nama Budi Arie mencuat dalam dakwaan jaksa penuntut umum terkait kasus perlindungan situs judi online oleh oknum pegawai Kemenkominfo (kini Kemenkomdigi). Budi pun telah diperiksa oleh Bareskrim Polri pada 19 Desember 2024 sebagai bagian dari penyelidikan.
Seknas Indonesia Maju menilai tuduhan tersebut tak hanya menyasar pribadi Budi Arie, tetapi juga berpotensi melemahkan pemerintahan Prabowo sebelum resmi berjalan. “Kami mencium aroma politis yang sengaja diciptakan untuk mengganggu stabilitas pemerintahan,” ucap Teddy. (*)