Selasa, 27 Mei 25 20:51 WITA

Reza Fachlevi: Jangan Lagi Saling Menyalahkan, Banjir Butuh Aksi Kolektif

by tbld

TABLOIDKUKAR.COM – Genangan air kembali menyelimuti sejumlah kawasan di Samarinda dan Kutai Kartanegara (Kukar). Air masuk ke rumah-rumah warga, jalanan tergenang, anak-anak tampak bermain di genangan, sementara orang dewasa sibuk menyelamatkan barang ke tempat yang lebih tinggi.

Fenomena ini, yang seolah menjadi langganan tahunan, menuai keprihatinan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari anggota DPRD Kalimantan Timur, Akhmed Reza Fachlevi. Ia menilai, penanganan banjir tak bisa diselesaikan hanya dengan menunjuk siapa yang bersalah.

“Kita harus berhenti saling tunjuk jari. Ini saatnya duduk bersama dan berpikir jernih, lalu bertindak,” ujarnya saat ditemui di Samarinda, Selasa (27/5/2025).

Menurut Reza, akar persoalan banjir bukan hanya curah hujan yang tinggi, tetapi juga karena rusaknya tata kelola ruang. Banyak kawasan resapan air yang telah berubah fungsi menjadi area komersial dan pemukiman.

“Dulu Samarinda dan Kukar punya banyak daerah hijau. Tapi sekarang, sebagian besar sudah tertutup beton,” ujarnya.

Kondisi geografis yang rawan banjir, lanjut Reza, memang menjadi tantangan tersendiri. Namun itu bukan alasan untuk pasrah. Ia menyoroti persoalan drainase yang semakin parah akibat penyempitan saluran, tumpukan sampah, dan tidak adanya sistem pemeliharaan yang memadai.

Tak hanya infrastruktur, Reza juga menyinggung perilaku masyarakat yang masih banyak membuang sampah sembarangan. Ia menyebut, membenahi saluran air penting, namun yang lebih penting adalah membenahi kesadaran bersama.

“Banjir ini bukan cuma soal pembangunan fisik, tapi juga soal pola pikir. Kita semua punya tanggung jawab menjaga lingkungan,” tegasnya.

Ia mengajak masyarakat untuk memulai dari langkah-langkah kecil, seperti tidak membuang sampah ke parit atau sungai, menanam pohon, serta ikut aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Reza juga mendorong pemerintah dan dunia usaha untuk berkolaborasi. Pemerintah memperbaiki infrastruktur, sementara masyarakat dan sektor swasta mendukung dengan aksi nyata dalam konservasi dan penghijauan.

“Kita tidak bisa lagi menghadapi banjir dengan cara lama. Harus ada sinergi semua pihak. Kalau kita saling bantu dan sama-sama sadar, masalah ini bisa kita atasi,” tutup Reza. (*)

Berita Terpopuler

Berita Terkait
Sabtu, 17 Januari 2026

Menata Ulang POBSI Kukar: Rinaldi Kafka Tekankan Keadilan bagi Seluruh Pelaku Biliar

#Daerah
Rabu, 14 Januari 2026

Maju Calon Ketua POBSI Kukar, Rinaldi Kafka Dorong Reformasi Organisasi dan Pembinaan Atlet

#Daerah
Rabu, 14 Januari 2026

Jalan Kabupaten di Dusun Merangan Tak Kunjung Diperbaiki, Akses Masyarakat Kian Memburuk

#Daerah
Minggu, 21 Desember 2025

Diskusi IPNU–IPPNU Kukar Soroti Krisis Ekologi dan Arah Kebijakan Pembangunan Daerah

#Daerah